Minggu, 26 Juni 2011

Ereksi Optimal Kunci Kepuasan Seksual

Sebagian besar pasangan suami istri di Asia menyatakan setuju bahwa tingkat kekerasan ereksi adalah faktor penting yang menentukan kepuasan dalam berhubungan seksual.

Menurut survei seks terbaru bertajuk Ideal Sex Survey 2011 yang dilakukan Pfizer, sebanyak 79 persen pria dan 80 persen wanita menganggap ereksi adalah elemen terpenting untuk mendapatkan pengalaman seksual yang ideal.

Survei ini melibatkan responden pria dan wanita yang aktif melakukan hubungan seksual di 10 negara Asia. Penelitian ini melibatkan 1.658 pria Asia, termasuk 220 pria di Indonesia dan 1.624 wanita Asia yang 200 di antaranya dari Indonesia.

Dr.Heru H.Oentoeng, Sp.And dari Asosiasi Seksologi Indonesia, menjelaskan hubungan seksual yang paling ideal adalah bertemunya kedua organ intim pasangan yakni penis dan vagina.

"Masak memerlukan variasi lain seperti lidah atau jari untuk mendapat kepuasan? Karena itu diperlukan ereksi yang tangguh," katanya dalam pemaparan survei tersebut di Jakarta (23/6/2011).

Dalam survey terungkap, pria dengan tingkat kekerasan ereksi  atau Erection Hardness Score (EHS) skala 4  - yang dianalogikan dengan timun - mengaku mereka sangat yakin melakukan hubungan seksual dibanding pria dengan nilai EHS 3 atau dianalogikan dengan sosis. Perbandingannya 50 persen versus 27 persen

Bukan hanya pria, kaum wanita dari pasangan pria EHS 4 ini juga mengatakan sangat puas dengan performa seksual pasangan mereka dibanding dengan pasangan dengan EHS 3 yang tingkat kekerasannya dianalogikan dengan sosis.

"Ereksi skor 3 atau sosis sebenarnya cukup keras, dan bisa dimasukkan tetapi kurang optimal dan masih 'lari'. Sementara kalau EHS 4 kerasnya sempurna dan pada tingkat yang menyenangkan," terang Heru.

Ia menjelaskan, pria dengan tingkat EHS 3 pada umumnya memiliki kondisi kesehatan yang buruk. "Jika sistem pembuluh darahnya baik, ereksinya juga bagus. Maka, jika ereksinya hanya level 3 pasti ada tanda-tanda penyakit di balik kondisi itu," paparnya.

Penjelasan Heru sejalan dengan hasil survei yang menyebutkan 62 persen pria yang mendeskripsikan dirinya berada di level EHS 4 mengatakan kondisi kesehatan mereka baik. Sedangkan pria dengan EHS 3 cenderung sakit-sakitan dan memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, obesitas, stroke dan disfungsi ereksi. Pria dengan ereksi EHS 4 juga memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dibandingkan dengan pria EHS 3.

Sumber: http://www.kompas.com

Ereksi Lembek Tanda Punya Penyakit

Keras atau lembeknya ereksi pria ketika berhubungan seksual ternyata memiliki korelasi yang erat dengan kondisi kesehatan secara umum.

Survei bertajuk Ideal Sex Survei 2011 yang dilakukan oleh Pfizer menunjukkan, pria dengan tingkat kekerasan ereksi skala 3 (dianalogikan memiliki kekerasan seperti sosis) lebih sering mengalami masalah kesehatan dibanding pria dengan ereksi optimal atau seperti timun (skala 4).

Pria dengan skala ereksi 3 pada umumnya menderita berbagai penyakit kronik, misalnya diabetes (23 persen), tekanan darah tinggi (21 persen), obesitas (13 persen), ejakulasi prematur (64 persen), penyakit hati (8 persen), dan kondisi kesehatan lainnya (22 persen).

"Pria yang ereksinya seperti sosis atau penis cukup keras tetapi tidak optimal menggambarkan kondisi kesehatan yang buruk. Biasanya mereka bermasalah dengan pembuluh darah sehingga sel-sel pembuluh darah yang ada di penis tidak sepenuhnya terisi oleh darah," kata dr Heru H Oentoeng, SpAnd, dari Asosiasi Seksologi Indonesia dalam acara pengumuman hasil Ideal Sex Survei 2011 di Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Hasil survei juga menunjukkan, 62 persen pria dengan skala ereksi atau erection hard score (EHS) 3 lebih sering mengunjungi dokter dibanding 51 persen pria dengan kekerasan penis skala 4. EHS adalah tes mandiri yang sederhana, tervalidasi, dan menunjukkan derajat kekerasan ereksi dengan ukuran berskala 1-4. Skala 1 adalah tape penis membesar, tetapi tidak keras. Skala 2 adalah pisang, yaitu penis keras, tetapi tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi. Adapun skala 3 sosis, penis cukup keras, tetapi tidak sangat keras. Yang ideal adalah skala 4 atau timun.

Tingkat kekerasan ereksi juga dikaitkan dengan kebahagiaan hidup pria. Hasil survei menyatakan bahwa pria dengan ereksi "timun" merasa dua kali lebih puas dengan hubungan rumah tangganya dibanding pria ereksi "sosis".

Menurut dr Heru, pria yang menderita gangguan ereksi tidak perlu berkecil hati. "Tidak perlu malu, carilah solusi yang benar," kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, ini.

Ia menambahkan, penanganan gangguan ereksi harus berdasarkan pada penyebabnya. "Jika disebabkan oleh diabetes, maka gula darahnya tentu harus dikontrol. Kalau karena kegemukan, maka berat badannya dikurangi. Jika susah ereksi karena obat-obatan yang dikonsumsi, maka obat tersebut harus dikurangi atau diganti dengan obat lain yang tidak mengganggu ereksi," katanya.

Penderita disfungsi ereksi juga disarankan untuk tidak perlu malu berobat ke dokter yang kompeten dalam menangani masalah seksual. "Hindari sembarangan minum obat karena yang perlu ditangani adalah pemicunya," imbuhnya.

Olahraga menjadi salah satu cara untuk menunjang teknik pengobatan inti pada kondisi disfungsi seksual. Olahraga 15-30 menit setiap hari terbukti menyehatkan tubuh, meningkatkan libido, menurunkan stres, dan melancarkan aliran darah ke bagian genital.

"Pria yang berolahraga secara rutin memiliki risiko terkena gangguan ereksi lebih rendah. Bahkan, setelah berusia 50 tahun, ereksinya lebih baik dibanding dengan yang tidak berolahraga," kata dr Rachmad Wahyu Hidayat, SpKO, dalam acara yang sama.

Sumber: http://health.kompas.com

Kamis, 23 Juni 2011

Tanaman Ini Memicu Gairah Seks Pria

Fenugreek adalah sejenis tanaman biji-bijian yang banyak tumbuh di Asia dan umumnya sering digunakan oleh masyarakat India sebagai bumbu penyedap masakan. Fenugreek juga paling sering digunakan dalam pembuatan kari.

Tapi tahukah Anda manfaat lain di balik tanaman yang satu ini? Rupanya selain dipakai untuk bumbu masak, fenugreek juga mempunyai khasiat untuk meningkatkan gairah seksual pria, sebagaimana hasil penelitian para ahli dari Centre for Integrative Clinical and Molecular Medicine di Brisbane, Australia.

Dalam penelitian tersebut, para ahli mengujicobakan ramuan tanaman ini kepada 60 pria sehat berusia 25-52 tahun. Setiap relawan mengonsumsi ramuan tersebut sebanyak dua kali sehari selama enam minggu.

Hasilnya menunjukkan, tingkat libido para pria tersebut ternyata mengalami perubahan setelah dimonitor menggunakan alat skor. Dalam waktu enam minggu, skor mereka meningkat dengan rata-rata 16,1-20,6 atau naik 28 persen. Sementara itu, pada kelompok lain yang mengonsumsi pil, skor mereka terlihat jauh lebih rendah.

Menurut para peneliti, biji fenugreek mengandung senyawa saponin yang diperkirakan dapat merangsang produksi hormon seks laki-laki, termasuk testosteron.

"Mungkin tanaman ini bermanfaat meningkatkan testosteron atau level androgen, yang biasanya menurun seiring dengan bertambahnya usia. Jika tanaman ini sudah terbukti aman, tentu akan menjadi kabar yang baik karena pria yang memiliki kehidupan seks yang baik bisa hidup lebih lama ketimbang yang tidak memilikinya," ujar Dr Raj Persad, salah seorang konsultan neurologi, seperti dilansir Dailymail.

Perlu diketahui, tanaman yang mempunyai nama latin (Trigonella Foenum-graecum) ini rupanya sudah sejak lama digunakan pada zaman Mesir kuno untuk mengobati penyakit demam.

Sumber: http://www.dailymail.com

Rabu, 22 Juni 2011

Tips Agar Nyaman Bercinta di Malam Pertama

Malam pertama jadi momen yang dinantikan sekaligus mendebarkan. Pada beberapa orang, momen itu juga membuat mereka takut. Berikut ini tips untuk Anda yang akan menjalani malam pertama agar momen tersebut bisa dilalui dengan nyaman dan menyenangkan.

1. Ciptakan suasana yang nyaman. Seperti dikutip dari Newlyweds, buat suasana kamar yang akan digunakan untuk menghabiskan malam pertama, menjadi romantis. Suasana romantis ini berguna agar Anda dan pasangan mood untuk bercinta. Suasana tersebut juga bisa membuat rileks.

Untuk menciptakan suasana romantis, Anda bisa menambahkan mawar di sekitar tempat tidur. Usahakan agar lampu tidak menyala terlalu terang.

2. Pakai busana yang membuat Anda merasa seksi. Memang tidak ada salahnya memakai daster saat tidur. Tapi untuk malam pertama, tentu akan jadi lebih menyenangkan apabila Anda mengenakan lingerie atau busana lain yang membuat Anda merasa seksi.

Perasaan seksi ini penting agar Anda percaya diri dan si dia pun mendapatkan moodnya untuk bercinta. Kenapa perlu percaya diri? Salah satu kunci untuk mendapatkan orgasme adalah kepercayaan diri.

3. Atasi stres. Merasa stres saat akan menghadapi malam pertama adalah hal yang wajar. Stres ini bisa membuat Miss V Anda kering sehingga saat pasangan melakukan penetrasi, Anda bisa merasakan sakit atau tidak nyaman. Selain stres, masalah hormonal yang biasanya datang menjelan Anda datang bulan juga bisa menyebabkan Miss V kering.

Solusinya? Tidak ada salahnya memakai pelumas di malam pertama Anda dan pasangan bercinta. Sebelum memakainya, Anda sebaiknya sudah mencari informasi sebanyak mungkin tentang pelumas dan merek yang Anda pilih itu.

Jika pelumas tak mau Anda jadikan pilihan, solusi lainnya adalah dengan melakukan foreplay selama yang Anda butuhkan. Pada wanita, agar Miss V memiliki cukup banyak cairan, mereka harus merasa benar-benar bergairah. Berpelukan, berciuman dan saling menyentuh bisa jadi kegiatan foreplay yang dapat memancing gairah Anda. Foreplay juga dapat membuat pasangan menjadi lebih dekat dan intim.

Bercinta dengan posisi yang benar juga bisa mencegah Anda merasakan sakit di malam pertama. Cobalah posisi woman on top. Dengan posisi tersebut, Anda bisa mengontrol kedalaman penetrasi pasangan. Anda pun bisa mengontrol dan mengatur bagaimana ritme bercinta tersebut.

4. Kalau Anda termasuk tipe orang yang suka melihat segala sesuatunya terlihat bersih, Anda sebaiknya menyiapkan handuk sebelum bercinta. Handuk ini bisa jadi alas untuk Anda agar darah yang kemungkinan besar keluar dari Mrs V saat pasangan melakukan penetrasi pertama kalinya, tidak membuat seprai kotor.

Sekadar informasi, darah yang keluar di malam pertama ini kemungkinan akan berlanjut sampai beberapa hari ke depan atau ketika Anda bercinta untuk kedua dan ketiga kalinya. Anda tak perlu khawatir, darah yang keluar itu memang normal.

5. Komunikasi. Jangan takut untuk mengkomunikasikan perasaan Anda pada pasangan. Katakan apa yang menjadi ketakutan dan keinginan Anda agar momen malam pertama itu dapat dilalui dengan menyenangkan. Merasa nyaman dengan pasangan dan diri sendiri adalah kunci untuk mencapai orgasme saat bercinta.

Sumber: http://www.wolipop.com




Senin, 20 Juni 2011

5 Cara Alami Mengatasi Impotensi

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk memulai dan mempertahankan ereksi. Impotensi ini sering jadi masalah yang membuat pria tidak percaya diri. Gara-gara masalah itu, kehidupan seks Anda dan pasangan pun bisa terganggu. Bagaimana mengatasinya?

Dilansir Self Growth, menyembuhkan disfungsi ereksi tidak harus dengan meminum obat-obatan. Menurut Dr. SavithaSuri seorang pakar pengobatan tradisional Ayurvedic, ada beberapa cara alami yang bisa digunakan penderita impotensi. Berikut ini lima cara tersebut:

1. Pria yang mengalami disfungsi ereksi biasanya karena berkurangnya atau menurunnya level hormon testesterone dalam tubuh mereka. Untuk meningkatkan jumlah hormon tersebut, cobalah makan makanan seperti tiram, aspargus, nasi merah, kalkun, keju dan pisang. Mengonsumsi makanan-makanan tersebut secara teratur bisa membantu mencegah disfungsi ereksi.

2. Lelah secara mental maupun psikis bisa menyebabkan stres. Stres merupakan salah satu penyebab pria mengalami impotensi. Cobalah olahraga tehnik pernapasan untuk mengatasi stres tersebut seperti yoga atau meditasi selama 20 menit. Mendengarkan musik atau melakukan suatu hobi yang Anda sukai juga salah satu cara untuk mengurangi stres.

3. Berhenti merokok. Rokok sudah terbukti sebagai penyebab disfungsi ereksi pada pria. Seperti dikutip quitsmokking, rokok menyebabkan menurunnya kadar hormon testosteron dalam darah. Padahal hormon tersebut mempengaruhi kemampuan pria untuk ereksi. 

Pada pria, rokok juga bisa membahayakan sperma dan merusak kualitas calon bayi, seperti yang diungkapkan sekelompok peneliti asal Kanada. Menurut penelitian tersebut, rokok berpotensi mengubah rangkaian DNA dari sel sperma. Yang mengejutkan, hal ini juga akan menurun pada calon bayi.

4. Kegemukan merupakan penyebab lainnya dari impotensi. Cobalah kurangi berat badan untuk meningkatkan performa saat berhubungan intim dengan pasangan. Caranya bisa dengan olahraga seperti jogging atau aerobik. 

Ingin hasil yang lebih maksimal? Cobalah olahraga jalan cepat jika Anda ingin meningkatkan stamina saat bercinta. Melakukan olahraga ini secara teratur bukan hanya mempengaruhi kehidupan seks menjadi lebih baik, tapi hidup pun bisa jadi lebih sehat. Saat berjalan cepat, aliran darah ke area panggul dapat meningkat. Olahraga tersebut juga bisa mengurangi migrain dan sakit punggung yang terkadang menghambat performa seksual pria.

5. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur. Kedua makanan itu merupakan nutrisi penting untuk sistem reproduksi pria. Tak hanya itu, buah dan sayur juga dapat berguna untuk detoksifikasi tubuh.

Buah yang dapat dikonsumsi misalnya, pisang. Pisang mengandung enzim bromelain yang dipercaya meningkatkan libido dan mengurangi gejala impotensi pada laki-laki. Selain itu pisang juga mengandung potassium dan vitamin B yang meningkatkan energi Anda. 

Sedangkan sayur yang baik untuk kehidupan seks Anda adalah daun seledri. Kandungan androsterone dalam daun seledri yang membuat keringat laki-laki keluar bersama hormon yang tidak berbau dapat meningkatkan libido perempuan. Cara terbaik menyantapnya langsung dimakan mentah-mentah setelah dicuci dan dipotong-potong.

Sumber: http://www.wolipop.com









 

Minggu, 19 Juni 2011

Demi Pasangan, Perlukah Orgasme Palsu?

Dalam istilah seks, sering kita dengar kata fake orgasm atau berpura-pura mengalami orgasme, padahal sebenarnya tak merasakannya. Perilaku ini kerap ditunjukkan seseorang saat berhubungan intim dengan maksud menyenangkan atau menambah kepercayaan diri pasangannya.

Fakta membuktikan bahwa orgasme palsu banyak dilakukan kaum hawa demi  menyenangkan pasangannya. Wanita terkadang harus berpura-pura mencapai orgasme, padahal sebenarnya mereka tidak mengalaminya atau bahkan tidak menikmati seks itu sendiri karena berbagai faktor, seperti disfungsi seksual, baik pada pria maupun wanita.

Suatu penelitian menyatakan, orgasme palsu sering dilakukan karena 90 persen wanita  menilai kaum pria tak dapat membedakan orgasme yang palsu dan asli. Wanita juga terpaksa melakukan orgasme palsu supaya tak menyinggung atau mengecewakan pasangannya meski dalam hatinya mereka tidak puas.

Di mata psikolog yang mendalami permasalahan seksual, Zoya Dianaesthika Jusung, MPsi, berpura-pura merasakan orgasme adalah tindakan yang sungguh merugikan, terutama bagi wanita. Dengan orgasme palsu, tujuan mencapai seks yang berkualitas dan memuaskan kedua belah pihak justru makin sulit tercapai.

"Wanita melakukan fake orgasm akan rugi sendiri. Berpura-pura orgasme artinya, selain  menipu dirinya, dia juga telah menipu pasangannya. Banyak wanita yang merasa dengan tidak mengomunikasikan fake orgasm akan menambah kepercayaan diri pasangannya, padahal sebenarnya tidak," ungkap konsultan seks dari Lembaga Penelitian Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, itu.

Kasus orgasme palsu di antaranya sering ditemukan pada wanita yang memiliki pasangan pengidap disfungsi ereksi (DE). Bukan rahasia lagi bila problem ereksi dapat menyebabkan wanita menjadi sulit terpuaskan sehingga, untuk menghindari ketersinggungan saat beraksi di ranjang, tak jarang wanita harus berpura-pura orgasme dan menyimpan rahasia ini dalam hatinya.

Zoya menyarankan, tindakan berpura-pura orgasme sebaiknya dihindari dan diganti dengan pendekatan yang lebih intim melalui komunikasi dan keterbukaan dengan pasangan. Dalam mengomunikasikan perihal seks, baik pria maupun wanita sebaiknya menyampaikannya dengan cara asertif, tidak saling menyinggung atau menyakiti satu sama lain.

"Cara penyampaian yang tidak menyakiti ini sangat penting. Misalnya, jangan sampai (seorang wanita) bilang, 'Ah, kamu jelek sekali atau lemah sekali sih'. Besok-besok, malah (si pria) akan makin lemah," ujarnya.

Supaya sama-sama menemukan kenikmatan dalam seks, pasangan dapat saling membimbing ke arah yang diinginkan dan mengutarakan bagaimana sebaiknya hubungan seks dilakukan. "Misalnya, mengatakan, 'Ok that's right sebelah sini! That's good, keep continue doing this'. Itu akan membantu si pria dan wanita untuk mendapatkan kepuasan," tambahnya.

Ada baiknya pula, setiap pasangan menggunakan masa afterplay atau sesaat setelah aktivitas seks untuk dijadikan kesempatan berkomunikasi. "Saat afterplay dimanfaatkan untuk saling terbuka mengenai pengalaman seksual yang baru terjadi. Dan, bagi para wanita, jangan merasa malu untuk mengungkapkan apa yang dirasakan saat berhubungan dan apakah Anda mencapai orgasme atau tidak," ujarnya.

Ia menegaskan, pada prinsipnya pria dan wanita memiliki hak yang sama dalam mendapat kepuasan dan kenikmatan saat berhubungan seks. Kenikmatan dan kepuasan, lanjut Zoya, sebenarnya memiliki makna berbeda dalam konteks seks.

Kenikmatan atau pleasure biasanya lebih banyak berkaitan dengan hal-hal bersifat fisik dan genital, seperti rangsangan pada bagian tubuh atau titik tertentu, serta posisi dan trik berhubungan. "Sedangkan satisfaction itu banyak menyangkut efek psikologi atau kepuasan-kepuasan pada diri seorang individu. Yang artinya, sesuatu yang melebihi kenikmatan," tandasnya.

Sumber: http://health.kompas.com/index.php/read/2011/06/18/22514255/Demi.Pasangan.Perlukah.Orgasme.Palsu

5 Posisi Bercinta yang Disukai Wanita

Ada banyak posisi bercinta yang bisa dilakukan jika Anda dan pasangan ingin mendapatkan kehidupan seks memuaskan. Namun dari sekian banyak posisi tersebut, hanya ada beberapa yang disukai wanita.

Untuk melakukan posisi bercinta ini, Anda tidak seperti harus akrobat. Posisi tersebut bisa dilakukan dengan mudah dan memang dapat diaplikasikan dalam kehidupan seks Anda dan pasangan.

Berikut ini posisi-posisi bercinta tersebut, seperti dilansir Self Growth:

1. Misionaris
Posisi bercinta ini memang selalu jadi favorit meskipun terlalu biasa dan sering dilakukan. Saat melakukan posisi ini, wanita bisa merasakan gairah yang luar biasa sekaligus berkreatifitas. Kreatif di sini maksudnya, wanita sebaiknya tidak hanya diam saja saat pria melakukan penetrasi. Anda bisa menyentuh rambut pasangan atau bagian tubuhnya yang lain. Agar lebih maksimal, angkat kedua kaki sampai mengunci pinggang pasangan.

2. C.A.T
C.A.T. merupakan kepanjangan dari Coital Alignment Technique. Minta pasangan mengangkat tubuhnya sedikit lebih ke atas sehingga tulang pubisnya menyentuh area klitoris Anda. Secara ilmiah hal ini terbukti meningkatkan kenikmatan. Dalam Journal of Sex and Marital Therapy dikatakan, dengan posisi CAT, kemungkinan wanita meraih orgasmenya meningkat 50%.

"Saat melakukan teknik ini, pasangan tidak menekan Anda terlalu dalam, sehingga dia bisa lebih bergerak berirama. Dengan cara ini klitoris wanita lebih terstimulasi secara konsisten," ujar Sex Therapist Dr. Joy Davidson.

Hanya saja, tidak semua pasangan sukses mendapatkan kepuasan dengan teknik C.A.T. ini. "Terutama untuk mereka yang suka pasangannya menekan dengan dalam. Wanita yang suka dengan tekanan dekat serviksnya juga bisa tidak puas. Lebih baik cara ini dilakukan sebagai bagian dari variasi," tambah penggagas 'The Joy Spot' itu.

3. Berdiri
Untuk bercinta dengan posisi berdiri, diperlukan koordinasi yang baik antara kekuatan dan keseimbangan tubuh. Posisi bercinta ini sebaiknya dilakukan saat Anda dan pasangan melakukan seks spontan dan quickie. Saat melakukannya, Anda bisa berdiri dengan bersandar di tembok atau sisi tempat tidur. Posisi ini memungkinkan pasangan melakukan penetrasi lebih dalam dan membuat Anda mencapai orgasme.

4. Spooning
Spooning termasuk posisi bercinta terbaik untuk menyembunyikan bagian tubuh yang tidak disukai seperti perut atau bagian tubuh depan lainnya. Saat berhubungan seks dengan posisi ini, Anda berbaring membelakangi pasangan dan si dia memeluk Anda dari belakang.

Posisi ini cukup menyenangkan dilakukan karena bukan hanya membuat si dia tidak melihat perut, tapi juga bisa membuat pasangan mudah menstimulasi klitoris Anda. Menurut penelitian, 95% wanita yang mendapat stimulasi klitoris bisa mendapatkan orgasmenya.

5. Women On Top
Women On Top merupakan kebalikan dari posisi misionaris. Menurut pakar seks dan percintaan Michael Webb posisi inilah yang paling bisa membuat wanita mencapai orgasmenya.

Dengan posisi wanita di atas, wanita jadi lebih mudah mengontrol G-spotnya. Para wanita pun tahu gerakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai klimaks saat bercinta dengan posisi ini.

Sumber: http://www.wolipop.com/read/2011/06/17/190409/1662862/227/5-posisi-bercinta-yang-disukai-wanita






 

Sabtu, 18 Juni 2011

Pentingnya "Afterplay" Usai Bercinta

Kepuasan, rasa rileks dan nyaman yang dirasakan pasca orgasme memang kerap menimbulkan rasa mengantuk. Tetapi sebaiknya Anda jangan buru-buru memejamkan mata setelah berhubungan seks karena inilah momen terbaik untuk mengekpresikan cinta dan perhatian pada pasangan. 

"Setelah berhubungan seks hormon oksitosin yang berkaitan dengan rasa saling keterikatan akan meningkat, sehingga ini adalah waktu yang tepat untuk menguatkan hubungan dengan pasangan," kata Daniel Kruger dari University of Michigan School of Public Health.

Kebutuhan akan perhatian dan ungkapan cinta dari pasangan setelah aktivitas bercinta ini akan lebih meningkat pada saat wanita hamil. Karena itu menurut Kruger, para suami yang istrinya sedang hamil harus lebih memperhatikan kebutuhan tersebut demi ikatan emosional jangka panjang. 

Pentingnya aktivitas usai bercinta atau biasa disebut juga dengan afterplay ini diteliti oleh Kruger terhadap 450 pasangan heteroseksual di AS yang rata-rata berusia 20-an tahun. Mereka yang tidak langsung tertidur usai bercinta mengatakan ingin lebih sering melakukan aktivitas afterplay dan menginginkan komunikasi dan ikatan yang lebih kuat dengan pasangannya.

Ternyata bukan hanya wanita yang menginginkan bonding dengan pasangannya, para pria juga berharap hal yang sama. "Pria juga peduli pada kelanggengan hubungan dan ingin membuat senang pasangannya," katanya.

Ada banyak aktivitas yang dilakukan sebagai afterplay, misalnya saling memeluk, berciuman lembut, membelai, mandi bersama, memijat, atau berbicara dari hati ke hati sambil tak lupa mengucapkan kata I love you.

Sumber: http://www.foxnews.com 

Jumat, 17 Juni 2011

Waspada! Bahaya Dehidrasi Setelah Bercinta

Bercinta sering diasosiasikan sebagai aktivitas yang bisa membakar kalori, di samping olahraga. Seperti dikutip dari So Feminine, melakukan hubungan intim selama 24 menit, sebanyak tiga kali dalam seminggu mengurangi hingga 450 kalori.

Hal ini dikarenakan, bercinta dengan pasangan selama 1,5 jam bisa menghabiskan tenaga seperti saat berlari sepanjang 3 mil. Itulah yang menyebabkan kelelahan setelah bercinta.
Sama seperti olahraga, tubuh juga mengeluarkan banyak keringat saat bercinta, sehingga kehilangan banyak cairan. Jika tidak segera menggantinya, Anda maupun pasangan bisa mengalami dehidrasi.

Gejala yang langsung dirasakan saat seseorang dehidrasi adalah mulut kering, pusing, kejang otot bahkan pingsan. Anda tidak mau kan, aktivitas bercinta yang seharusnya berakhir menyenangkan justru menjadi bencana?

Dr John Leiper, ahli keseimbangan cairan dan hidrasi di Aberdeen University, Inggris mengatakan, banyak orang masih belum tahu bahwa penetrasi seks bisa membuat seseorang kehilangan banyak cairan. Menurut penelitian, hanya dua dari lima orang di Inggris yang minum air setelah bercinta. Oleh karena itu tidak jarang ditemukan kasus pasangan terkena dehidrasi usai berhubungan seks.

"Berkeringat dan terengah-engah merupakan tanda bahwa jantung berdetak lebih cepat. Artinya, tubuh mengalami reaksi yang sama saat bercinta maupun latihan kardiovaskular. Jadi saat bercinta, tubuh bisa saja kehilangan banyak cairan dan kita harus menggantinya untuk mencegah dehidrasi akut," jelas Dr John, seperti dikutip dari BBC News.

Lebih dari itu, jika dehidrasi selalu diabaikan setiap berhubungan seks, bukan tidak mungkin akan menyebabkan terganggunya organ reproduksi. Seperti dikutip dari Intimate Medicine, dehidrasi bisa mengurangi produksi hormon yang mengakibatkan masalah kesuburan. Pada wanita, akan memengaruhi tingkat kelembaban pada Miss V, sehingga kekurangan cairan lubrikasi dan menyebabkan sakit saat bercinta.

Dehidrasi juga berpotensi menurunkan libido. Sebuah penelitian di Prancis menunjukkan, pasangan yang minum banyak air sebelum atau setelah bercinta punya hasrat seksual yang lebih besar dibandingkan orang yang jarang/ tidak pernah minum air.

Cara mencegah dehidrasi, tentu saja dengan meminum minimal satu gelas air setelah bercinta. Jika Anda terlalu lelah mengambil air ke dapur, selalu siapkan satu teko berisi air dan dua gelas di meja kamar. Atau, Anda bisa meminum segelas susu sebelum bercinta sebagai cadangan cairan juga nutrisi bagi tubuh.



Sumber: http://www.wolipop.com/read/2011/06/15/081032/1660463/227/waspada-bahaya-dehidrasi-setelah-bercinta











Kamis, 16 Juni 2011

4 Cara 'Pintar' Bangkitkan Gairah Bercinta

Setiap pasangan yang sudah menikah bisa saja sewaktu-waktu kehilangan gairah seksual. Bisa karena stres, kurang waktu berdua atau memang sudah dalam tingkat kebosanan tinggi.

Tapi jangan sampai kondisi ini berlangsung terus-menerus. Anda sebaiknya mencari cara agar hasrat bercinta Anda maupun pasangan kembali bangkit, sehingga kehidupan seks dan asmara kembali hangat dan mesra.

Caranya tidak harus mengenakan pakaian seksi, menonton film dan membaca majalah dewasa atau melakukan gerakan-gerakan tang menggoda. Ada cara yang lebih unik dan 'pintar' untuk membantu Anda dan pasangan meraih gairah bercinta lagi. Ini dia.

1. Coba dengan Makanan
Menurut Amy Reily, ahli makanan aphrodisiac dan penulis buku The Love Diet, saat gairah seks menurun, bangkitkan lagi dengan makanan. Seafood merupakan bahan makanan yang baik untuk meningkatkan libido, terutama tiram. Dikutip dari Times of India, asam amino yang terkandung di dalamnya efektif menaikkan hormon seksual baik untuk pria maupun wanita. Jika kurang suka makanan laut, konsumsilah seledri, ketimun atau tambahkan bubuk kayu manis pada masakan Anda.

2. Sentuhan Sensual
Mood bercinta bisa langsung bangkit dengan saling menyentuh tubuh pasangan. Anda bisa mendapat kenikmatan seks dengan mengetahui titik-titik erotis di tubuh Anda sendiri. Saat foreplay, sentuhlah bagian tubuh yang menurut Anda bisa menimbulkan rangsangan dan lakukan di depan si dia. Dengan begitu, dia akan tahu bagian mana yang menjadi titik erotis Anda. Biarkan ia melanjutkannya, hingga gairah bercinta bangkit kembali.

3. Atur Waktu Berdua Pasangan
"Terkadang, kurangnya gairah seks dalam hubungan asmara, karena pasangan tersebut hanya punya waktu sangat sedikit untuk berduaan saja," jelas Terapis Seks Paula Hall, seperti dikutip dari Daily Mail.

Meskipun sulit, luangkan waktu sebisa mungkin minimal satu hari untuk menikmati momen romantis bersama pasangan. Tentukan jadwal, misalnya sore hari di akhir pekan. Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, bisa menitipkan di rumah orangtua atau kerabat dekat Anda. Jangan merasa bersalah karena takut dianggap mengabaikan anak. Toh, Anda tidak setiap hari melakukannya.

Namun, waspadai juga jika Anda dan pasangan terlalu sering bersama karena bisa menimbulkan kebosanan. Sekali waktu, pergilah bersama teman-teman wanita Anda ke bazaar barang murah atau supermarket. Untuk sang suami, mungkin bisa mengadakan tanding olahraga antar divisi kantor atau menonton permainan bola.

4. Minta Si Dia Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga
Siobhan Freegard, pendiri website parenting Netmums.com, melakukan riset kepada ribuan wanita tentang hal-hal apa yang bisa meningkatkan libido mereka dengan cepat. Hasilnya, melihat suaminya melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring atau menidurkan anak bisa cepat membangkitkan gairah seksual. Hal itu karena, pria yang mengerjakan tugas wanita terlihat lebih perhatian dan seksi. Tidak masalah sesekali memintanya membantu Anda, asalkan jangan terlalu sering.

Sumber: http://www.dailymail.com diterjemahkan oleh dan melalui situs: http://www.wolipop.com/read/2011/06/16/084518/1661438/227/4-cara-pintar-bangkitkan-gairah-bercinta











Nyeri Saat Berhubungan Seks. Apakah itu??

Nyeri saat berhubungan badan dikenal dalam istilah kedokteran sebagai dyspareunia.  Keluhan ini seperti rasa terbakar, tajam atau seperti kram saat menstruasi. 

Walaupun kondisi ini bisa terjadi pada pria, namun kebanyakan wanita yang mengalami hal ini. Keluhan nyeri pada wanita saat berhubungan badan ini terdapat di daerah sekitar vagina, klitoris dan labia (bibir vagina).

Kondisi nyeri saat berhubungan seks ini tentunya tidak nyaman bagi si wanita. Kualitas hubungan seks jadi terganggu karena si wanita tidak dapat menikmati seks apalagi mencapai orgasme. Sehingga banyak pasien yang mengeluhkan hal ini sebagai suatu hal yang mengganggu emosional mereka dan tentunya hubungan suami istri.

Diagnosis Dyspareunia

* Pasien mengatakan nyeri saat berhubungan seks.
* Hal ini terjadi bukan karena kurangnya lubrikasi vagina atau akibat adanya vaginismus (terlalu ketat dan tegangnya vagina sehingga sulit  untuk penetrasi).

* Hal ini bukan disebabkan oleh pemakaian zat dan obat-obatan dan juga bukan karena kondisi medis umum.

* Membuat penderitanya menjadi tidak nyaman dan mengalami gangguan interpersonal dengan pasangannya.

Dasar Psikologis

Kondisi nyeri berhubungan seks bisa disebabkan karena faktor psikologis dan kebanyakan memang inilah yang terjadi. Kondisi nyeri yang berlebihan yang dikeluhkan selain mungkin disebabkan oleh faktor fisik, namun hal ini sangat dipengaruhi oleh subyektifitas kondisi psikologis terutama mengenai nyeri.
Kondisi nyeri saat berhubungan seksual juga bisa dikaitkan dengan faktor trauma di masa lampau. Wanita yang pernah mengalami nyeri saat berhubungan seks bisa mengalami kondisi seperti ini lagi di masa saat ini.

Hal lain adalah pembelajaran secara kognitif dari orang-orang yang bermakna kepada wanita itu. Jika ada orang yang bermakna bagi pasien menceritakan tentang sakitnya berhubungan seks, maka si wanita ini akan menyimpan memori ini di dalam alam bawah sadarnya dan secara tidak sadar terbangkitkan ketika ada pengalaman nyata berhubungan dengan hal ini. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang mempunyai kepribadian mudah dipengaruhi orang lain.

Selain itu konflik internal dengan pasangan, perasaan tersakiti dan trauma psikologis bisa menyebabkan gangguan ini. Pasien yang mengalami gangguan nyeri saat hubungan seks terkadang menceritakan pengalamannya yang kurang baik dengan suami. Adanya gangguan depresi juga bisa menyebabkan kondisi ini sehingga penanganan dari segi psikologis perlu diperhatikan.

Bagaimana Mengobatinya

Terapi untuk kasus ini memerlukan kerjasama pasangan. Penjelasan yang jelas kepada pasangan tentang fungsi organ seksual dan reproduksi akan membuka cakrawala baru bagi pasangan terutama si wanita yang mengalami dyspareunia. Selain itu juga dijelaskan tentang faktor psikologis dan fisiologis yang saling berkaitan pada hubungan seksual.

Tentunya juga pasangan bisa diberikan mengenai tips-tips melakukan teknik bercinta yang aman dan nyaman buat keduanya. Teknik relaksasi juga sering digunakan selain juga meditasi untuk membuat nyaman pasangan dan merelakskan otot-otot panggul dan vagina.

Mencegah Dyspareunia

* Kebersihan yang baik dijaga.
* Lakukan foreplay dan rangsangan yang baik untuk menjamin lubrikasi yang baik.

* Jika ingin menggunakan lubrikan, beli yang dasar kandungannya adalah air bukan minyak karena bisa membuat iritasi.

* Gunakan pakaian yang nyaman dan dari bahan yang tidak mengiritasi kulit

Semoga informasi sekilas ini dapat membantu anda mengenali dan mengatasi gangguan  nyeri saat berhubungan seks.

Dr. Andri SpKj, Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison.  Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang.

Sumber: http://www.kompasiana.com/



Rabu, 15 Juni 2011

Cegah Impotensi, Enyahkan Stres Pikiran

Ternyata, meskipun Anda telah makan dengan benar, rajin berolahraga, dan tidak merokok, terkadang pria masih mengalami masalah ereksi. Dalam hal ini, biang keladinya mungkin amarah, stres, atau masalah psikologis lain.

"Kecemasan dan stres akan menghambat kelenjar pituitari di bawah otak mengeluarkan hormon yang diperlukan untuk timbulnya libido,"  kata Dr Arun Ghosh, seksolog dari Spire Liverpool Hospital, Inggris.

Selain itu, respons melawan atau menghindar ketika tubuh menghadapi stres juga akan mematikan fungsi-fungsi non-esensial dalam tubuh, termasuk fungsi seksual.

Faktor lain yang berperan dalam terjadinya impotensi adalah pikiran negatif tentang pasangan seksual atau pernyataan pasangan, seperti kekesalan, kebencian, atau kurangnya perhatian.

"Bila hubungan Anda dengan istri tidak harmonis, impotensi mungkin isyarat dini yang diberikan tubuh untuk mengatakan bawa di antara Anda ada masalah," kata Herb Goldberg, psikolog klinis dan penulis buku The Inner Male.

Itu sebabnya, mengelola stres bisa menghindarkan Anda dari kegagalan ereksi. Seimbangkan gaya hidup Anda dengan kegiatan-kegiatan rileksasi. Olahraga juga sangat efektif untuk meringankan stres. Selama berolahraga, tubuh akan melepaskan endorfin yang berfungsi menenangkan pikiran.

Yang terpenting adalah jangan menganggap impotensi sesaat yang dialami itu merupakan masalah permanen dan menimbulkan kecemasan akan terjadi lagi. Hal yang terbaik untuk dilakukan jika seorang pria mengalami episode impotensi adalah menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa terjadi sekali-sekali pada semua pria dan tetap berharap dapat berhasil di lain waktu.

Sumber: http://dailymail.co.uk/

Komunikasi Lancar Jaminan Kepuasan Seksual

Ternyata bukan "jam terbang" ataupun ukuran organ vital yang menjadi jaminan kepuasan seksual. Mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami emosi orang lain merupakan kelompok yang paling menikmati kehidupan seksualnya.

Sekali pun hanya perkara di atas ranjang, ternyata hal itu tetap membutuhkan komunikasi yang lancar dan kemampuan menghargai diri. Dengan kata lain, jika seseorang tidak mampu berkomunikasi dengan baik atau mengekspresikan perasaannya, maka hal ini juga berpengaruh terhadap komunikasi di kamar tidur.

"Kemampuannya dalam berinteraksi, mendengarkan, dan berempati terhadap orang lain sangat berpengaruh pada seks yang mereka lakukan," kata Adena Galinsky dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Galinsky melakukan analisis data dari 3.200 mahasiswa berusia 18-26 tahun yang disurvei antara tahun 2001 dan 2002 dalam National Longitudinal Study of Adolescent Health.

Para responden menjawab pertanyaan berseri untuk mengukur kadar otonomi, kemampuan menghargai diri, dan empati, selain juga aktivitas seksual dan kepuasannya. 

Otonomi didefinisikan sebagai kekuatan untuk mengikuti pendirian personal meski bertentangan dengan kearifan umum. Sementara itu, kemampuan menghargai diri dipercaya sebagai nilai diri yang akan bertambah seiring dengan usia. Adapun empati merupakan kemampuan untuk mengerti pandangan orang lain, melihat dari kacamata orang lain, memahami, dan meresponsnya.

Penelitian menunjukkan, pria mengalami orgasme lebih sering dari wanita (87 persen) dari seluruh aktivitas seksual mereka, sedangkan wanita hanya 47 persen. Pria juga mengaku lebih menikmati memberi seks oral kepada pasangannya dibanding wanita.

"Secara umum, mayoritas pria muda menyukai aktivitas yang tujuannya membuat pasangan merasa puas. Ada perbedaan yang konsisten pada pria muda dan wanita muda," kata Galinsky.

Ketika peneliti menghubungkan sifat personal dengan tiga ukuran kepuasan seksual (frekuensi orgasme, kesenangan memberi, dan menerima seks oral), diketahui bahwa kadar kemampuan menghargai diri yang tinggi, otonomi, dan empati sangat berhubungan dengan kepuasan seksual pada wanita.

Sementara itu, pada pria, hanya empati yang berpengaruh. Sifat otonomi memang berkaitan secara positif dengan frekuensi orgasme, sementara kemampuan menghargai diri yang tinggi berkaitan dengan kesenangan memberikan seks oral.

"Berdasarkan hipotesis kami, orang yang mampu berempati biasanya lebih responsif terhadap kebutuhan pasangannya dan mampu memberi respons yang positif. Hal ini sangat penting terhadap kepuasan seksual perempuan," katanya.

Sumber: http://www.livescience.com

Senin, 13 Juni 2011

Awas Jebakan Seks Rutin!

Seks merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Seperti halnya aktivitas makan, Anda bisa merasa "kelaparan" ataupun terkadang merasa bosan dengan aktivitas seksual.

Tak heran bila konselor seks ternama dari Amerika, Ian Kerner, dalam sebuah catatannya pernah menegaskan, seseorang perlu mencukupi kebutuhan seks yang sehat, seperti halnya memenuhi angka kebutuhan "nutrisi" yang direkomendasikan setiap hari.

Kerner menganjurkan, seseorang setidaknya harus melakukan seks sekali dalam seminggu. Kenapa? Menurut konselor yang juga anggota American Association for Marriage and Family Therapy itu, apabila pasangan tidak melakukan aktivitas seksual dalam waktu lama, hubungan mereka menjadi sangat rentan terhadap amarah, perselisihan, pengkhianatan, bahkan bisa berujung pada perceraian.

"Saya percaya bahwa seks menyangkut banyak hal. Ini adalah lem yang membuat kita bisa terus lengket. Tanpa seks, pasangan hanya akan menjadi dua sahabat terbaik atau hanya teman bertengkar di kamar. Ketika Anda terjebak dalam seks yang  membosankan, kadar testosteron Anda akan menurun, dan Anda menjadi terbiasa untuk tidak melakukannya. Melakukan seks seminggu sekali dapat membuat Anda tetap terjaga dan terpelihara," ungkap Kerner.

Namun, Kerner mengingatkan, seks rutin seminggu sekali saja tidaklah cukup. Seseorang bisa terjebak dalam kebosanan bila tidak memiliki rencana atau miskin variasi dalam aktivitas seks.

"Seks itu seperti makanan, jika Anda terus-terusan menyantap menu yang sama, tidak hanya akan bosan; Anda juga akan terhambat dalam memenuhi kebutuhan vital," ungkap penulis buku She Comes First dan Love in the Time of Colic itu.

Untuk menghindari jebakan rutinitas, lanjut Kerner, setiap pasangan sebisa mungkin harus dapat memenuhi beragam jenis "nutrisi" dalam kehidupan seks. Seperti halnya piramida makanan, Kerner memaparkan, setidaknya ada enam kategori seks yang berbeda yang harus dilakukan untuk mencegah kejenuhan.

Enam jenis nutrisi seks tersebut adalah:

1. Seks yang melibatkan cinta dan kelembutan. Hal ini penting untuk meningkatkan keintiman emosional. Saat melakukan aktivitas seks, berpikirlah untuk menimbulkan rasa cinta pada pasangan.

2. Seks untuk sekadar formalitas, mengingat aktivitas ini menimbulkan rasa senang dan menghilangkan stres. Untuk mewujudkannya, berpikirlah melakukan seks yang spontan dan kilat. Jangan terbiasa untuk melakukannya dalam waktu dan tempat yang sama.

3.  Seks yang menekankan pada kekuatan dari imajinasi. Buktikanlah bahwa  pikiran adalah organ seksual terbesar Anda. Dalam kategori ini, berpikirlah untuk melakukannya dengan cara berbagi fantasi.

4. Seks yang melibatkan seluruh indera yang dimiliki, baik penglihatan, penciuman, rabaan, maupun rasa. Jenis aktivitas ini bermanfaat untuk menstimulasi alat indera pasangan.

Sumber: http://health.kompas.com/index.php/read/2011/04/18/15520066/Awas.Jebakan.Seks.Rutin

Makin Intim dengan "Pillow Talk"

Apakah anda dan  pasangan memiliki waktu cukup, setidaknya lima menit untuk berbicara  di atas peraduan (pillow talk) sesaat sebelum tidur? Jika anda berdua terbiasa berdiskusi atau sekadar ngobrol ringan sebelum tidur, berarti  sudah memiliki potensi hubungan yang sangat dan bahagia.

Kalau yang terjadi justru sebaliknya, cobalah memulai kebiasaan pillow talk saat ini juga. Percayalah, pasangan yang mengobrol di tempat tidur adalah mereka yang memiliki hubungan sehat dan bahagia.

Pillow talk menjadi waktu yang spesial ketika dua orang yang saling mencintai berbaring di tempat tidur. Obrolan ringan ini bisa dilakukan sebelum atau sesudah bercinta, atau sebagai pengantar tidur. Kenikmatannya akan menjadi “kuliner” jiwa yang sehat.

Hebatnya lagi, pillow talk sangat berarti bagi perempuan karena saat itu ia merasakan kedekatan fisik dan kata-kata yang halus dan lembut. Sebaliknya, bagi lelaki, bisa jadi saat-saat penting “mengelus” ego, yang dilakukan oleh seseorang yang dicintai dan ingin selalu bersama.

Jangan berdebat

Pada momen pillow talk, perempuan amat ingin mendengarkan pasangan mengatakan betapa cantik, cerdas, dan menyenangkan berpasangan dengannya. Sebuah survei yang dilakukan di Amerika dan Eropa membuktikan, saat bincang-bincang lembut itu, pasangan suka mendengar namanya disebut.


Satu yang perlu diingat, hindari merusak suasana pillow talk. Jika ada yang mengganjal, sampaikan di kesempatan lain seperti saat menonton televisi atau ketika berada di mobil berdua.

Ingat juga, pillow talk sama sekali bukan saat untuk berdebat karena pasti akan merusak suasana, bahkan bisa saja menyurutkan selera dan rasa kantuk. Jangan salahkan jika salah seorang dari Anda lalu beranjak pindah kamar.

Kalaupun sedang tidak ingin bicara yang intim, tak ada salahnya membicarakan rencana yang akan dilakukan besok. Apa pun itu, tetap diingat untuk berbicara dengan suara halus dan rendah. Jika perlu, berikan bumbu-bumbu sentuhan yang berkesan kepada pasangan.

Lengkapi dengan Sentuhan

Coba beberapa saran ini untuk memaksimalkan prosesi pillow talk. - Pastikan memulai pembicaraan dengan suasana rileks, jika perlu diiringi musik pengantar tidur yang berirama menenangkan.


- Selama berbincang-bincang, lengkapi dengan sentuhan di antara pasangan agar terasa lebih hangat dan dekat, sehingga menambah nyaman suasana hati.

- Mulai pembicaraan dengan hal-hal lucu atau menyenangkan menyangkut kehidupan seks Anda berdua. Jika pillow talk dilakukan setelah bercinta, tak ada salahnya berdialog ringan tentang betapa menyenangkan keintiman yang baru saja berlangsung, untuk kemudian menyusun rencana atau persiapan prosesi bercinta berikutnya.

- Sadari sepenuhnya bahwa pillow talk adalah kebutuhan berdua. Hal ini untuk menghindari kesan bahwa Anda atau pasangan hanya sebagai pendengar atau pihak yang mau didengar.

- Kembangkan kemampuan membaca suasana hati pasangan menyangkut mood, gairah, dan kerelaan untuk terbuka, guna menghindari kesan pillow talk sebatas basa-basi.

Anda penasaran? Ayo coba!

Sumber:  http://www.gayahidupsehatonline.com/

Sabtu, 11 Juni 2011

Ciri-ciri Orgasme Palsu

Sebagai seorang pria, menjadi kebanggaan tersendiri jika bisa menuntun pasangannya mencapai orgasme. Sayangnya, tidak semua wanita bisa mencapai klimaks saat bercinta dan mereka sering tidak jujur mengakuinya.

Menurut survei terbaru yang dilansir National Survey of Sexual Health and Behavior, 85 persen pria mengatakan pasangan mereka bisa mencapai orgasme saat berhubungan seksual, padahal wanita yang mengakui mencapai puncak hanya 64 persen. Ini berarti, cukup banyak wanita yang berpura-pura mencapai klimaks.

Pemicu sulit orgasme ada bermacam-macam, mulai dari stres, kecemasan, kurang pede dengan bentuk tubuhnya, merasa cemas dengan performa seksual mereka, kurang tidur, sedang terburu-buru, hingga takut hamil. "Jadi, wajar saja jika wanita terkadang memalsukan orgasmenya," kata Emily Nagoski, penulis buku Good in Bed Guide to Female Orgasms.

Orgasme memang sulit diterjemahkan. Namun tanda-tanda wanita akan "meledak" karena rangsangan yang diterima sebenarnya bisa dikenali karena stimulasi pada organ seksual akan mengirimkan getaran dan respons pada tubuh.

Lantas, bagaimana cara menentukan apakah si dia orgasme betulan atau hanya berpura-pura? "Anda hanya bisa mengetahuinya dari pengalaman," kata Jolan Chang, penulit buku The Tao of Love and Sex. 

Respons tubuh terhadap rangsangan yang intens pada organ seksual sebenarnya bersifat individual sehingga tidak ada satu patron yang berlaku sama pada semua. Namun secara umum, ia menyebutkan ada beberapa tanda-tanda seorang wanita mengalami intensitas rangsangan yang makin lama makin kuat hingga menjadi sebuah "ledakan" hebat yang disebut orgasme.

"Tangan dan perutnya akan lebih hangat dan pada saat yang sama ucapannya menjadi tak jelas karena napasnya menjadi makin cepat. Tubuhnya selembut jelly dan lidahnya menjadi basah," kata Chang.

Orgasme merupakan respons total dari tubuh, tidak cuma sebuah peristiwa pada panggul dan organ intim. Ketika tubuh melepaskan tekanan yang semakin memuncak melalui orgasme, vagina dan uterus akan berkontraksi secara berirama. Selain itu, getaran seksual yang tinggi akan menyebabkan kontraksi pada otot wajah, kaki, atau tangan.

Selain dibutuhkan jam terbang yang tinggi, membedakan antara orgasme palsu dan asli memang gampang-gampang susah. Apalagi dengan meniru gambar atau video adegan seksual, ekspresi orgasme dapat dengan mudah ditiru.

Yang menjadi persoalan sebenarnya adalah mencari tahu mengapa pasangan memalsukan orgasmenya. Selain faktor kedekatan emosi, perempuan memerlukan pasangan yang mengerti cara merangsang dan bagian mana yang tidak disukainya.

Sumber: http://www.askmen.com

Secara Alami, Mr P Bakal Menyusut

Bukan rahasia lagi kalau fungsi seksual seorang pria akan menurun seiring bertambahnya usia. Ketika kadar hormon testosteron mulai menurun, seorang pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai gairah seksual. Walau sudah terangsang, dia butuh waktu lebih lama untuk ereksi dan mencapai orgasme. Setelah orgasme, dia juga butuh upaya lebih lama untuk bisa terangsang dan orgasme lagi.

Menurut para ahli, faktor usia juga berpengaruh dalam menentukan volume semen dan kualitas sperma seorang pria. Impotensi atau disfungsi ereksi juga berkaitan dengan usia yang semakin tua; yakni dapat terjadi di usia 40 hingga 70. Suatu penelitian menunjukkan, kejantanan kaum Adam bisa menurun 60 hingga 30 persen.

Kabar buruk yang lain, kaum pria juga bakal mengalami penurunan secara alami dalam hal fungsi urine. Penelitian menunjukkan bahwa aliran urine akan semakin melemah, yang merupakan konsekuensi melemahnya otot kandung kemih serta pembesaran prostat.

Dan, itu saja belum cukup. Riset terbaru menyatakan bahwa ukuran dan bentuk penis akan mengalami perubahan yang signifikan ketika seorang pria mulai beranjak dari masa puncak seksualitasnya (usia 30-an) menuju usia pertengahan dan usia lanjut. Berikut adalah empat perubahan yang terjadi secara alami pada penis pria seiring bertambahnya usia:

1. Penampilan
Menurut Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual pada RS Alvarado di San Diego yang juga Editor-in-Chief  The Journal of Sexual Medicine, ada dua perubahan besar yang akan terjadi pada Mr P. Kepala penis (glans) secara teratur akan kehilangan warna keunguannya, yang merupakan tanda mulai berkurangnya aliran darah. Selain itu, akan ada kerontokan pada rambut pubis secara perlahan.

2.  Ukuran penis
Penambahan berat badan adalah hal yang lumrah ketika pria semakin bertambah tua. Ketika lemak terkumpul di perut bagian bawah, penampakan ukuran penis pun akan berubah. "Timbunan lemak yang banyak pada bagian prepubis membuat poros penis terlihat lebih pendek," kata Ira Sharlip, MD, profesor urologi klinis pada University of California, San Francisco.

"Pada beberapa kasus, timbunan lemak di perut membuat penis terpendam. Salah satu cara memotivasi pasien kegemukan adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa ukuran penis bisa  bertambah lagi hingga satu inci dengan sederhana, yakni memangkas berat badan," kata Ronald Tamler, MD, PhD, Co-Director Men's Health Program di Mount Sinai Hospital, New York City.

Selain mengalami penyusutan dari sisi tampilan (sifatnya reversibel), penis juga cenderung dapat mengalami penyusutan dari sisi ukuran yang sebenarnya (ireversibel). Penyusutan ini—baik dalam hal penjang maupun ketebalan—tidak akan terjadi secara dramatis, tetapi tampak nyata. "Jika seorang pria saat ereksi berukuran 6 inci ketika di usia 30-an, mungkin saja akan berubah menjadi 5 atau 5,5 inci ketika ia menginjak usia  60 atau 70-an," kata Goldstein.

Apa yang membuat Mr P menyusut? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Yang pertama adalah akibat pengendapan dari zat-zat lemak (plak) di dalam pembuluh darah penis, yang memengaruhi aliran darah ke dalam organ vital tersebut. Proses ini disebut sebagai aterosklerosis, mekanisme serupa yang menyebabkan penyumbatan dalam pembuluh darah koroner—yang menjadi pemicu serangan jantung.

Penyebab kedua adalah penimbunan kolagen yang tidak elastis (jaringan parut) secara perlahan di dalam sarung fibrous yang melapisi bilik ereksi (erection chambers). Ereksi sendiri terjadi ketik bilik-bilik ini penuh dengan aliran darah. Penyumbatan dalam pembuluh arteri penis—dan makin tidak elastisnya bilik ini—akan membuat ereksi semakin tidak maksimal.

Seperti halnya ukuran penis yang berubah, bagian testis juga mengalami hal yang sama. "Dimulai pada usia sekitar 40, testis akan mulai menyusut," kata Goldstein. Testis pria berusia 30 tahun mungkin memiliki diameter berukuran 3 cm, sedangkan pria berusia 60 mungkin hanya sekitar 2 cm.

3. Melengkung
Jika jaringan parut dalam penis terakumulasi secara tidak merata, penis ternyata bisa melengkung. Kondisi ini dikenal dengan istilah penyakit Peyronie, yang sering menimpa pria di usia menengah. Kelainan ini bisa menyebabkan ereksi terasa sangat menyakitkan dan membuat hubungan intim menjadi sulit. Untuk mengatasi gangguan ini, biasanya dibutuhkan tindakan operasi.

4. Sensitivitas
Sejumlah riset menunjukkan bahwa penis seiring waktu akan menjadi kurang sensitif. Hal ini akan mempersulit pria mencapai ereksi atau pun mengalami orgasme. Tetapi, apakah hal ini juga akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual tentu masih diperdebatkan.

Bukan halangan dalam menikmati seks
Jika memang semua hal ini dialami oleh Anda, para ahli berpendapat penurunan fungsi atau perubahan bentuk pada organ vital tak perlu membuat kehidupan seks Anda menjadi terganggu.

Studi terbaru melibatkan 2.213 pria di Olmstead County, Minnesotta, menunjukkan bahwa para responden mengalami penurunan dalam hal fungsi ereksi, libido, dan fungsi ejakulatori. Tetapi, dari segi kepuasan seksual, penurunannya tidak terlalu dominan alias masih moderat.

"Hal terpenting dalam mencapai kehidupan seks yang memuaskan adalah kemampuan untuk memuaskan pasangan Anda, dan itu tidak membutuhkan kemampuan seksual pada level puncak atau penis yang besar," ungkap Goldstein.

Sumber: http://www.webmd.com/

Wanita Alami Dua Jenis Orgasme

Add caption
Penelitian terbaru para ahli menunjukkan, setiap wanita ternyata memiliki dua mekanisme atau pola berbeda dalam mencapai kepuasan seksual. Para ilmuwan di Rutgers University, New Jersey AS, berhasil memetakan pola orgasme kaum Hawa menggunakan alat pemindai untuk mengetahui daerah otak yang aktif saat mengalami rangsangan seksual.

Hasilnya menunjukkan, ada mekanisme berbeda saat wanita mengalami klimaks. Salah satu pola muncul saat mereka berfantasi atau melakukan seks sendiri tanpa pasangan.  Sedangkan pola lainnya tercipta ketika mereka sedang bercinta dengan pasangannya.

Seperti dilansir Daily Mail, tim peneliti yang dipimpin Barry Komisaruk melakukan pemindaian menggunakan scan MRI pada sejumlah relawan perempuan dan meneliti apa yang terjadi pada otak wanita saat mencapai klimaks.

Hasil penelitian itu mengungkap adanya ledakan aktivitas pada 30 wilayah otak wanita. Di antara bagian yang mengalami stimulasi adalah daerah prefrontal cortex, bagian otak yang mengendalikan fungsi kendali yang rumit seperti imajinasi, keinginan dan pembuatan keputusan.

Implikasi lainnya adalah otak wanita ternyata juga memiliki pola akitivitas saraf  yang berbeda saat mengalami kepuasan seksual, utamanya ketika mereka dalam keadaan sendiri atau saat bersama pasangan.

Menurut peneliti, hal itu mengindikasikan bahwa wanita yang mencapai orgasme sendirian mengalami hal yang berbeda dengan ketika ia menikmati kepuasan puncak bersama pasangan atau kekasihnya.

"Informasi ini dapat membantu menemukan suatu terapi bagi wanita yang sulit mencapai orgasme atau bahkan tak dapat orgasme sama sekali. Penelitian ini membantu cara menikmati seks yang lebih baik," ungkap Kayt Sukel, seorang relawan yang terlibat dalam riset.

Sementara Mr Komisaruk mengatakan :  "Orgasme adalah suatu kasus istimewa dari kondisi sadar. Jika kita dapat menemukan cara lain dalam memicu timbulnya orgasme, kita mungkin dapa memahami lebih baik bagaimana kita dapat menggunakan  proses top-down untuk mengendalikan apa yang kita rasakan secara fisik".

Hasil penelitian Komisaruk berbeda dengan studi lainnya yang dilakukan ilmuwan  dari Universitas Groningen, Belanda.  Riset serupa yang dipimpin Janniko Georgiadis menunjukkan, daerah prefrontal cortex dalam kondisi tidak aktif  saat seorang perempuan mencapai klimaks.  Tetapi penelitian di Belanda ini hanya fokus pada perempuan yang berhubungan intim dengan pasangannya.

"Ketika Anda bertanya pada seseorang bagaimana rasanya orgasme, mereka menggambarkannya sebagai perasaan hilangnya kendali. Saya kira, orgasme tidak menghilangkan kesadaran, tetapi mengubahnya. Sangat mungkin ada perbedaan antara seseorang yang mencoba melakukan rangsangan seksual secara mental dengan mereka yang mendapat rangsangan dari pasangan," kata Mr Georgiadis.

Para ahli rencananya akan melakukan penelitian yang sama pada kaum pria. Akan tetapi, penelitian ini bakal menemui sejumlah kendala teknis, mengingat sejumlah fakta bahwa sebagian besar lelaki tidak banyak menggunakan otaknya saat beraktivitas seksual, dan durasi orgasme mereka pun lebih singkat.

Sumber: http://www.dailymail.co.uk/



Rokok Hambat Orgasme pada Wanita

Satu lagi alasan bagi kaum perempuan untuk menjauhi kebiasaan merokok. Mengisap rokok dapat menghambat terjadinya perlendiran pada organ intim wanita sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual.

Pakar seksologi dari Universitas Udayana Bali, Prof DR Dr Wimpie Pangkahila SpAnd, mengatakan, merokok dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dinding vagina. Akibatnya, perlendiran menjadi terhambat dan menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan intim.

Padahal, proses perlendiran vagina sangat penting dalam hal berhubungan seksual. Lendir vagina berfungsi sebagai pelumas yang memudahkan penetrasi tanpa rasa sakit.

"Rokok juga bisa menekan produksi hormon wanita, termasuk hormon testosteron. Akibatnya, dorongan seksual pun terhambat," ucap Wimpie.

Kalau hasrat seksual terhambat, otomatis proses perlendiran pada vagina pun terhambat. Dengan demikian, proses penetrasi pun akan menjadi sulit untuk dilakukan.

"Kalau dipaksa, tentu saja akan terasa sakit. Nah, kalau sudah demikian, bagaimana bisa wanita tersebut mengalami orgasme? Penetrasi saja sakit," kata Wimpie.

Meski demikian, Wimpie tidak menyalahkan rokok sebagai biang keladi sepenuhnya. Menurutnya, ada faktor lain yang berperan menyebabkan produksi lendir tidak maksimal.

"Rokok punya peran yang cukup berarti. Tetapi, untuk mengetahui secara pasti, lebih baik diperiksa terlebih dulu oleh ahli medis," imbuh Wimpie. (mic)

Sumber: http://www.sehatnews.com/ 





Jumat, 10 Juni 2011

Seks, Penampilan atau Komunikasi, Mana Lebih Penting?

Dalam menjalin hubungan suami istri, aktivitas seksual merupakan unsur penting dan menjadi prioritas demi menjaga keutuhan sebuah perkawinan. Namun di atas itu, ada hal yang paling utama dan menjadi kunci yaitu komunikasi.

Seperti diungkapkan seksolog dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, penyebab utama keretakan rumah tangga bukanlah semata-mata karena permasalahan seks. Justeru, setiap permasalah seks dalam rumah tangga dapat diatasi dengan menjalin komunikasi yang lebih baik antarpasangan.

"Faktor seks dan tidak puas terhadap penampilan fisik kurang lebih 30 persen sebagai penyebab perselingkuhan. Faktor utamanya adalah tetap komunikasi. Komunikasi itu yang paling penting, karena 56 persen penyebab perceraian dan perselingkuhan," kata Boyke saat ditemui dalam peluncuran buku "The Doctors",  di Jakarta, Selasa (7/6/2011) kemarin.

Boyke mengatakan, pada umumnya para lelaki mulai berselingkuh ketika usianya mencapai 40 tahun ke atas. Alasannya pun bisa bermacam-macam. Mulai dari merasa bosan, tidak puas, dan sekedar ingin coba-coba. Oleh karena itu, Boyke juga mengimbau agar suami maupun istri untuk senantiasa menjaga penampilan dan merawat diri.

"Wanita itu kadang, kalau merasa sudah punya suami, nggak mau ngerawat diri. Sehingga badannya jadi melar," terangnya.

Namun disisi lain, Boyke juga berharap agar para pria turut menjaga penampilannya. Pasalnya, menurut Boyke, saat ini banyak wanita yang berselingkuh lantaran suami mereka tidak mampu merawat diri.

"Jadi, menjadi cantik, menjadi cakep, itu adalah tanggung jawab masing-masing pribadi. Yang pria perlu, wanita juga perlu," tandasnya.

Lebih lanjut Boyke mengatakan, bosan dan ketidakpuasan terhadap pasangan sebenarnya dapat  diatasi dengan komunikasi yang baik. Pasangan dapat secara intim dan kreatif mencari variasi baru dalam melakukan hubungan seks atau dengan melakukan bulan madu kedua.

Sumber: http://health.kompas.com/index.php/read/2011/06/08/08113373/Seks.Penampilan.atau.Komunikasi.Mana.Lebih.Penting












Makanan Sehat untuk Gairah Seks Anda

Kekuatan makanan sebagai sumber energi libido telah diketahui berabad-abad lamanya. Sang flamboyan, Casanova yang pertama kali mengetahui tiram bisa membuat kekasih-kekasihnya tergugah gairah seksualnya.

Budaya di Yunani dan Romawi bahkan seringkali berpesta buah-buah dan hidangan eksotik sebelum melakukan kesenangan seksual. Bahkan sering dikatakan makanan yang lezat adalah cara cepat merebut hati kekasih Anda. Bukankah kita selalu memimpikan makan malam yang romantis saat pacaran dulu ?   Makanan dan nutrisi yang terkandung di dalamnya memang memegang peranan penting dalam cinta dan hubungan seksual. Kualitas diet kita sangat berhubungan erat dengan kualitas hubungan seksual kita. Makanan yang sehat dan bergizi akan membangkitkan libido, menghidupkan hubungan seksual dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, apalagi jika makanan tersebut disajikan secara sensual.  

Makanan Ssehat untuk bercinta  

Buah dan sayuran ternyata memegang peranan sangat penting dalam kehidupan seks yang indah. Karbohidrat kompleks seperti gandum dan oat serta protein sederhana tanpa lemak yang terdapat pada kacang-kacangan adalah suatu makanan yang juga penting dalam kehidupan seks. Makanan yang sehat terutama sayuran dan buah-buahan yang segar adalah nutrisi bermanfaat untuk kondisi puncak dan energi tubuh. Kesemuanya ini sangat penting untuk bercinta.

Meskipun beberapa makanan tampak menggiurkan dan menggugah selera, jangan sampai salah makan. Kebanyakan dari mereka bahkan bisa membuat daya tahan seksual dan fungsinya melemah. Goreng-gorengan, saus krim adalah makanan yang membuat kita sulit mencapai kata tubuh yang seksi.

Apalagi, gula berlebihan, garam, lemak jenuh dan makanan yang diproses olahan (makanan kalengan) terkait dengan frigiditas, kesulitan mencapai orgasme dan kurangnya minat dalam seks. Jika anda mengurangi makanan-makanan ini maka vitalitas seksual akan terjaga. Jangan lupa bahwa adalah merupakan ide yang baik untuk membatasi konsumsi alkohol dan kopi, dan untuk melewatkan tembakau sama sekali dalam kehidupan anda.   Kabar baiknya adalah bahwa beberapa kenikmatan yang bermanfaat. Cokelat bermutu yang mengandung fenilalanin, asam amino yang meningkatkan endorfin tubuh, antidepresan alami kita dapat dinikmati dengan potongan yang sedikit. Cokelat ini bisa membangkitkan libido pada pasangan anda.

Buah dan sayur pilihan utama

Buah-buahan dan sayuran adalah yang utama. Apel, aprikot, pisang, ceri, kelapa, kurma,  anggur, mangga, pepaya, persik, pir, plum, delima, raspberry dan strawberry adalah buah-buahan yang termasuk dalam literatur buah pembangkit erotis di seluruh dunia.

Melahap sayuran lezat juga merupakan pilihan yang sangat baik. Asparagus, wortel, seledri, jagung, ketimun, wortel, terung dan beberapa sayuran berbentuk phallus (penis) lainnya telah lama berharga untuk efek afrodisiak mereka. Alpukat adalah buah yang tidak disangkal lagi merupakan peningkat libido yang baik. Tidak heran buah yang bentuk belahannya mirip rahim manusia ini oleh orang Spanyol dahulu disebarkan reputasinya di seluruh dunia sebagai stimulan yang kuat.

Jus tomat adalah sumber potensial dari pembangkit tenaga antioksidan.  Likopen, zat yang terkandung di dalamnya pernah sangat dicari sebagai peningkat libido. Sayuran lain terkenal termasuk: kacang-kacangan, bawang putih, peterseli, paprika, kedelai, bayam, lobak dan selada air. Sajikan makanan ini sering-sering untuk kesehatan seksual yang optimal.

Makanan laut dan daging

Kerang termasuk kerang, tiram, udang,lobster, ikan air dingin seperti cod adalah bahan bakar tubuh, otak dan berguna untuk dorongan seks. Tiram, misalnya, kaya akan seng dan yodium. Seng, sebuah makanan bergizi seksual penting, sangat penting untuk produksi testosteron pada pria dan wanita.

Daging seperti ayam dan kalkun yang sehat adalah asupan yang baik. Tetapi jumlah yang berlebihan dapat mengganggu seksualitas. Jika mungkin, pilih daging organik untuk menghindari hormon, antibiotik dan aditif lain yang biasanya ditemukan dalam makanan. Kacang-kacangan, biji dan kacang juga merupakan sumber protein yang sangat baik.

Vitamin sebagai pelengkap

Vitamin termasuk A, kelompok B, C dan E adalah vitamin yang diperlukan untuk fungsi seksual. Vitamin E, misalnya, mensuplai persediaan organ seks dengan oksigen yang cukup. Vitamin B, termasuk niacin dan B-5, dapat membantu kaum pria dan wanita mencapai orgasme dan meningkatkan stamina seksual. Selenium, mangan dan tentu saja, seng, juga penting dalam mengatur hormon dan dorongan seksual.

Elemen erotis 

Walaupun begitu banyak masakan sehat, buah dan sayur jangan lupakan elemen erotis dalam menyiapkan dan menyuguhkannya. Makanan yang disajikan dengan penuh kasih dan dalam suasana yang tepat dapat memicu gairah. Ingat nikmati makan anda dengan pasangan secara sempurna, berikan suasana yang mendukung, kalau perlu pasang lagu-lagu romantis atau kenangan anda berdua. Niscaya ini akan memberikan anda dan pasangan gairah seksual yang menyala, apalagi sudah mempersiapkan tubuh dan pikiran dengan makanan yang sehat secara seksual.

Selamat Mencoba! dr.Andri,SpKJ
Psikiater Bidang Psikosomatik Medis 


Sumber: http://health.kompas.com/index.php/read/2011/06/10/09495414/Makanan.Sehat.untuk.Gairah.Seks.Anda     

Mengapa Wanita Berpura-pura Orgasme?

Penelitian menunjukkan, hampir 60 persen perempuan mengaku pernah berpura-pura mencapai orgasme ketika berhubungan seksual atau saat melakukan seks oral.

Menjaga perasaan pasangan ternyata bukan satu-satunya alasan. Banyak perempuan yang melakukannya karena khawatir akan keintiman dengan pasangannya atau perasaan cemas dengan diri sendiri.

Tak sedikit juga perempuan yang berpura-pura mencapai klimaks dengan alasan mereka tidak nyaman dengan fungsi organ seksual atau karena ingin segera menyudahi hubungan seks yang sedang berlangsung.

Walau jumlahnya kecil, namun ada juga yang berpura-pura orgasme karena ingin meningkatkan pengalaman seksual mereka.

"Untuk kelompok terakhir ini mereka memang ingin meningkatkan rangsangan pada diri sendiri sehingga mereka sebenarnya mencapai kepuasan yang lebih tinggi," kata Erin Cooper dari Temple University yang melakukan penelitian mengenai hal ini.

Dalam penelitiannya, Cooper melakukan survei pada 366 wanita berusia 18-32 tahun yang pernah memalsukan orgasmenya. Para wanita tersebut ditanyai seputar kebiasaan seksual, alasan berpura-pura orgasme serta perasaan mereka pada kedekatan hubungan.

Untuk wanita yang takut dengan perasaan intim dan dekat, memalsukan orgasme berarti menjaga jarak dengan pasangan. Sementara itu, untuk mereka yang malu dengan performa seksual mereka, Cooper berpendapat memalsukan orgasme merupakan cara untuk menyelamatkan ego mereka.

"Wanita yang sulit untuk dekat dengan orang lain dalam taraf kedekatan emosi biasanya kesulitan juga untuk dekat pada level seksual. Mereka memerlukan intervensi," katanya.

Sementara itu, wanita yang ingin hubungan seksnya cepat selesai ditengarai juga punya kesulitan untuk membiarkan orang lain dekat secara personal.

"Mereka merasa tidak terhubung dengan pasangannya atau pengalaman seksualnya sehingga tidak mendapat kepuasan dari seks," paparnya.

Alasan-alasan tersebut tentu akan berdampak pada hubungan di luar tempat tidur. Meningkatkan komunikasi dan berusaha untuk meningkatkan rasa percaya dan keintiman menurut Cooper akan membantu untuk bersikap apa adanya di kamar tidur.

Sumber: http://www.foxnews.com





10 Penyebab Anjloknya Libido Wanita

Terapi seks dan pengarang buku Sex Matters®, Louanne Cole Weston, PhD, memaparkan 10 alasan atau penyebab yang paling sering dialami wanita, istri atau kekasih Anda ketika mereka menjadi tidak bergairah atau menolak berhubungan intim :

1. Stres. Beragam tekanan akibat pekerjaan, masalah keuangan , pendidikan, stres, keluarga, dan problem lain dalam kehidupan jelas berpengaruh. Ketika stres meningkat, kebanyakan wanita justru tidak memilih seks sebagai solusi untuk meredakannya.

2. Konsumsi obat antidepresan. Tidak setiap wanita akan menurun gairahnya, tetapi sebagian besar justru mengalaminya.

3. Menyusui. Bila istri sedang masa menyusui, kandungan prolaktin (hormon yang  memicu produksi ASI) bisa mengurangi dorongan seksual.

4. Kurang tidur. Bagi sebagian besar wanita, tidur ternyata lebih utama daripada seks ketika sebelum  menjalin hubungan dengan pria.

5. Penggunaan alat kontrasepsi.  Beberapa wanita akan mengalami penurunan dorongan atau hasrat seksual akibat konsumi pil (atau jenis pengobatan hormonal lainnya untuk mengendalikan kehamilan seperti patch, ring, atau suntikan).

6. Pertengkaran dengan pasangan.  Setiap hubungan atau relasi tentu saja akan berhadapan dengan tantangan baik berupa konflik atau pun keinginan. Hal ini akan mempengaruhi hasrat bercinta seorang wanita.

7. Rendahnya kadar hormon testosteron. Hormon testosteron juga terdapat pada tubuh wanita dan kadarnya secara total dalam aliran darah ikut menentukan fungsi seksual para wanita. Mengukur kadar testosteron dalam tubuh juga penting untuk untuk mengungkap kemungkinan fisiologis penyebab rendahnya dorongan seks wanita.

8. Tinggnya hormon SHBG. Wanita yang memiilki SHBG (sex hormone binding globulin) dalam jumlah tinggi biasanya tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim.  SHBG  merupakan protein yang membalut testosteron dan membuatnya menjadi tidak tersedia bagi kebutuhan–kebutuhan tubuh wanita.  Inilah yang akan menurunkan libido wanita.

9. Kekhawatiran/kecemasan dalam keintiman. Ketidakmampuan untuk mengendalikan tingkat keintiman yang muncul dan dipelihara dalam sebuah hubungan adalah alasan yang sering timbul dari menurunnya dorongan seksual pasangan.  Kecemasan biasanya timbul karena wanita pernah mendapat pengalaman buruh di masa lampau.

10. Penampilan/ bentuk tubuh. Wanita yang melihat atau menganggap diri tidak menarik baik bagi pasangan ataupun dirinya sendiri bisa kehilangan confidence yang berujung pada menurunnya gairah.

Sumber: http://www.webmd.com



5 Ketakutan Pria di Tempat Tidur

Meskipun pria kerap menjadi pihak yang paling agresif di ranjang,  sebenarnya mereka juga sering dirundung kecemasan akan kehidupan seksual mereka. Berikut adalah lima faktor yang sering membuat pria merasa cemas di tempat tidur.


1. Ukuran Mr P 
Ukuran penis merupakan indikator kejantanan, begitu paham yang dianut banyak pria. Padahal, kebanyakan wanita tidak memerlukan size yang besar. Dalam survei di Belanda terungkap hanya satu persen perempuan yang menggap ukuran penis pria "sangat penting" dan 20 persen menggangapnya "penting". Sebagai perbandingan, 22 persen mengangap size "sangat tidak penting" dan 55 persen mengatakan ukuran penis "tidak penting".

2. Kemampuan membuat orgasme
Seperti halnya pria yang mencapai kepuasan puncak saat ejakulasi, orgasme juga menjadi kebutuhan perempuan saat berhubungan seks. Meski demikian, sebagian besar wanita mengatakan, kepuasan seks mereka tidak melulu merujuk pada orgasme. Yang lebih diinginkan mereka sebenarnya adalah perasaan dicintai, bahagia, dan dimengerti oleh pasangannya.

3. Bulu dada
Banyak pria yang berpikir para wanita tidak menyukai rambut yang tumbuh di dada, punggung, atau lengan mereka. Padahal, dalam studi yang dimuat dalam Achives of Sexual Behavior disebutkan, bulu di dada menjadi salah satu hal yang dianggap menarik bagi wanita.

4. Terlalu cepat selesai
Ejakulasi dini merupakan salah satu gangguan seks yang paling sering dialami pria, diperkirakan 20-30 persen pria menderita gangguan ini. Meski demikian, kata "terlalu dini" ini sendiri dianggap subyektif. Para ahli biasanya menetapkan ejakulasi dini jika terjadi 1-2 menit setelah penetrasi ke vagina. Sebuah penelitian terhadap 500 pasangan di 5 negara menunjukkan, rata-rata seorang pria mampu mencapai ejakulasi setelah 5 menit melakukan intercouse.

5. Impotensi
Alat vital yang tidak dapat berfungsi merupakan mimpi buruk bagi semua pria. Bahkan, pria lebih bisa mengatasi kehilangan satu kakinya dibanding harus mengalami impotensi. Namun, Anda tidak perlu putus asa karena setiap pria pasti pernah mengalami disfungsi ereksi dalam hidupnya, biasanya berkaitan dengan kondisi psikis. Secara umum, impotensi disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari usia, kondisi kesehatan, hingga penyakit tertentu. Konsultasikan kepada dokter jika disfungsi ereksi ini menetap.

Sumber: http://www.webmd.com